Jumat , 21 September 2018
Home / INSPIRATION / Aksi Satpam dan Driver Selamatkan Uang 30 Miliar dari Karam
foto makassar.terkini.id

Aksi Satpam dan Driver Selamatkan Uang 30 Miliar dari Karam

JURNALSECURITY| Makassar–Aksi heroik pegawai Bank Sulselbar yang menyelamatkan uang senilai Rp 30 miliar dari dalam kapal karam KMP Lestari Maju pada Selasa 3 Juli lalu, mendapat apresiasi yang tinggi dari pihak perusahaan.

Dua orang pegawai yang paling berjasa atas penyelamatan itu, adalah Andi Rivai yang bertugas sebagai security, dan Andi Datu, yang merupakan driver. Atas aksinya itu, keduanya resmi diangkat sebagai pegawai tetap (organik) Bank Sulselbar

Saat itu, Andi Rivai dan Andi Datu, menceritakan detil kejadian. Hari itu, keduanya berinisiatif bertahan di kapal karam itu hingga dini hari, dan mengikat mobil pengangkut uang. Meskipun semua penumpang kapal sudah berhasil dievakuasi.

“Saya dan Datu tidak mau juga jelaskan alasannya, bahwa biar kami berdua tinggal di kapal. Kami tidak mau mereka tahu kalau yang di dalam mobil ini uang besar,” ceritanya.

Alhasil, sejak kapal karam, pukul 12.00 WITA siang, hingga pukul 00.00 WITA dini hari, Rivai dan Datu tetap di kapal, hingga akhirnya tim SAR dibantu anggota Kodim, komunitas penyelam, datang untuk mengevakuasi dan mengangkut uang tunai sebesar Rp 30 miliar yang dibungkus dalam karung.

“Banyak, saya jaga mobil, bantu penumpang yang orang tua, anak-anak, hingga perempuan,” ceritanya.

Rivai bercerita, kebocoran kapal terjadi tanpa ada pemberitahuan pihak nakhoda. “Nanti pas penumpang yang di lantai dasar naik semua dan bertanya, ‘kenapa kamu santai semua, kapal sudah mau tenggelam’, baru kita tahu,” ceritanya.

Saat itu, perjalanan sudah sekitar 2,5 jam dari Bira. “Saat bocor, nakhoda memang mengarahkan kapal ke Pulau Pabadilang. Dua kali mesin mati, sampai akhirnya mati total dan kapal kandas di karang,” ceritanya.

Dia menyebutkan, berkali-kali ombak menghempas kapal. “Karena hujan, ombak tinggi, banyak yang panik. Akhirnya melompat. Waktu ombak pertama datang, kapal sudah miring. Mobil yang angkut uang sempat bergeser dan hampir jatuh. Lalu ombak kedua datang, Mobil itu bergeser kembali ke posisi semula. Di situlah kami yakin, uang ini bisa diselamatkan. Kami langsung cari tali, kita ikat mobilnya. Karena mobilnya terparkir di lantai tiga,” cerita dia lagi.

Untuk mengikat mobil, mereka harus berjuang keras di tengah ombak yang menggoyang kapal, dan risiko kecelakaan terbentur. Itu karena mereka cuma berdua di atas kapal. Dua anggota polisi beserta satu pegawai Bank Sulselbar yang mengawal uang tersebut, sudah dievakuasi terlebih dahulu.

Hingga hari mulai gelap, Rivai mendapat telepon dari pihak Bank Sulselbar. “Katanya, utamakan keselamatan. Kami disarankan untuk tinggalkan saja kapal. Katanya uangnya diasuransikan ji. Tapi kami punya keyakinan. Ini kapal sudah miring, tapi cuma karam dan tidak tenggelam. Mobil terparkir di lantai tiga. Mobil itu masih bisa kami jaga,” cerita dia.

Akhirnya, hingga pukul 01.00 dini hari, setelah semua penumpang dievakuasi (termasuk nakhoda dan pemilik kapal), tim SAR kembali datang bersama anggota Kodim dan tim penyelam. “Uang diangkut ke speedboat. Ada tujuh karung yang diangkut” lalu kita berhasil pulang.

Apresiasi Dirut Bank Sulselbar

Dalam acara apresiasi tersebut, Direktur Utama PT Askrida Didit Sanjoto pamungkas, Dirut Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat, serta Wakil Direktur Pemasaran & BSSB Syariah Bank Sulselbar, Rosmala Arifin ikut hadir.

Keduanya pun mendapat reward berupa hadiah umrah dan uang tunai. Andi Muhammad Rahmat, menjelaskan Rivai dan Datu adalah pahlawan. “Karena di saat kondisi kepanikan, banyak korban termasuk suami istri yang meninggal dunia di depan mata, dia juga mendapat telepon istri untuk tinggalkan kapal. Tapi masih tetap berpikir untuk menyelamatkan uang. Karena inisiatif tersebut, Askrida selaku pihak asuransi yang menjamin uang itu, akhirnya tidak jadi mengganti yang sebesar Rp 30 miliar. [FR]

Sumber makassar.terkini.id

About Redaksi

Mau kirim tulisan Giat Satpam atau Komunitas Satpam. Hubungi 0817 19 5001 atau kirim ke jurnalsekuriti@gmail.com. Terima kasih

Check Also

Nuryin Oktaviyanti, Model yang Jadi Satpam

JURNALSECURITY| Surabaya—Tahun 2007, ia memulai karirnya sebagai model. Namun karena kurang pede lagi, tahun 2015 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *