Minggu , 25 Februari 2018
Home / CRIME / Geger, Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang

Geger, Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang

JURNALSECURITY| Jakarta–Motif pembunuhan yang menewaskan seorang ibu dengan dua anaknya di Tangerang masih belum jelas. Kapolres Tangerang menyatakan masih mengumpulkan fakta-fakta dan barang bukti sebagai petunjuk.

Senin (12/2) kemarin, warga Perumahan Taman Kota Permai 2, kota Tangerang, dibuat heboh. Emma (40) dan kedua putrinya, Nova (20) serta Tiara (11), ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi berpelukan di kamar tidurnya. Sedangkan Efendi (60) ditemukan di kamar lainnya dengan luka tusuk di leher dan perut.

Menurut keterangan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan, beberapa barang bukti ditemukan berupa baju dan senjata tajam. “Kita temukan baju, senjata tajam yang diduga, masih diduga, karena kondisinya sudah disimpan dalam keadaan rapi, ini akan kita kirimkan termasuk ceceran darah, bercak-bercak darah yang ada di TKP. Beberapa sampel juga sudah kita kirim ke puslabfor,” jelas Harry, pada Selasa (12/2) di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Selain itu, HP yang disinyalir hilang pada peristiwa tersebut telah ditemukan. “Tim menyampaikan bahwa handphone yang kemarin kita cari ternyata tidak hilang, karena baru ditemukan tadi pagi hari ini dalam keadaan terbungkus rapi,” ungkap Kapolres Tangerang itu.

Namun untuk motif dari pembunuhan keluarga di Tangerang ini, Polisi masih mendalaminya. “Ya kita belum menyimpulkan motif, karena nanti motif itu setelah kita kumpulkan saksi dan faktanya, baru mudah-mudahan terungkap pelaku dan motifnya,” ujar Harry.

Ia pun menambahkan kalau sampai saat ini sudah ada tujuh saksi yang diperiksa. Menurut keterangan salah satu saksi pintu rumah korban pembunuhan tidak terkunci. Sehingga kemungkinan-kemungkinan bisa saja terjadi.

“Makanya tidak ingin menduga-duga karena dari gerbang sampai pintu rumah, semuanya los tidak di kunci,” terang Harry.

Ia menegaskan Polri tidak mau menduga-duga motif di balik pembunuhan tersebut. “Motif itu setelah kita kumpulkan saksi dan faktanya, mudah-mudahan terungkap pelaku dan motifnya,” tandasnya. [FR]

About Redaksi

Mau kirim tulisan Giat Satpam atau Komunitas Satpam. Hubungi 0817 19 5001 atau kirim ke jurnalsekuriti@gmail.com. Terima kasih

Check Also

Paspampres dan UU Keprotokolan

JURNALSECURITY| Jakarta– Istana akhirnya angkat bicara terkait video viral yang menampilkan Paspampres menghalangi Gubernur DKI Jakarta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *