Rabu , 17 Oktober 2018
Home / MODUS OPERANDI / Hati-hati Modus Paket Misterius dari Luar Negeri

Hati-hati Modus Paket Misterius dari Luar Negeri

JURNALSECURITY| Jakarta–Kisah mengenai pengiriman paket misterius dari China seperti yang digambarkan dalam pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp ternyata merupakan kejadian nyata.  Jika pesan berantai dalam grup WhatsApp itu terjadi di Yogyakarta, kisah nyata mengenai paket misterius dari China itu terjadi di Jakarta.

Kisah ini bermula saat sebuah paket misterius ditujukan kepada Angel di alamat kantornya yang berada di Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018) kemarin.

Informasi itu diterima Angel melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan seseorang yang mengaku kurir sebuah layanan ekspedisi di daerah Slipi. Kurir tersebut menjelaskan kepada Angel bahwa dia mendapat sebuah kiriman yang berasal dari Guangdong, China. Di lembar keterangan, tertulis barang itu berisi gaun atau dress.

Untuk memudahkan komunikasi, kurir ini mengirimkan sebuah gambar yang menunjukkan paket kiriman yang dimaksud. Setelah itu kurir, meminta Angel untuk membayar sejumlah uang COD sebesar Rp 277.450. Angel tidak merasa memesan barang yang dimaksud, sontak ia pun bingung mengapa kiriman ini dialamatkan padanya.

Di sisi lain, nama dan alamat pengiriman yang tertulis benar merupakan nama dan alamat yang kerap Angel gunakan untuk melakukan transaksi online. Ia pun teringat dengan pesan berantai disertai foto yang sebelumnya disebarkan di grup WhatsApp keluarganya.

“Kebetulan ada om pernah posting di grup keluarga, soal penipuan pengiriman barang dari China, karena postingan sudah aku hapus, jadi aku langsung tanya kakak yang juga ada di grup itu,” kata Angel seperti dilansir Kompas.com, Selasa (18/9/2018) siang.

Ia membandingkan dua foto yang ada, yakni foto paket yang diterimanya dari sang kurir dan foto paket misterius yang beredar melalui pesan berantai.

Ternyata, keduanya menunjukkan nama dan alamat pengirim yang sama. Pengirim atas nama Tang Li dengan alamat di Guangzhou, Guangdou, China. Merasa tidak memesan barang yang dimaksud, Angel pun menolak untuk melakukan COD dan meminta kurir untuk melakukan pembatalan pengiriman.

“Seingat aku sih sudah lama enggak transaksi online, paling anti beli baju di online shop, apalagi shipping dari China. Kayaknya enggak mungkin aku transaksi online, apalagi belom gajian… hahahaha,” kata Angel.

“Nah bikin bingung juga, kok ada pembayaran Rp 200.000 untuk kurir J&T, harusnya kalau COD ya kurirnya si online shop, kan. Kalau bayar ke kurir ya ongkir saja, terus bajunya enggak dibayar gitu? Kan aneh,” ucapnya.

Kurir menyetujui pembatalan yang ia ajukan, dan berdasarkan hasil pelacakan paket yang dilakukan teman Angel, paket itu sudah dinyatakan retur dan dikembalikan ke pengirim asal.

Dari pelacakan yang dilakukan, diketahui pula bahwa seseorang yang mengaku kurir dan mengirim pesan WhatsApp ke Angel, ternyata benar sebagai kurir di jasa ekspedisi itu. Sebab, menurut dia, terdapat namanya tertulis di alur pengiriman paket.

Sampai sekarang, Angel mengaku tidak mengetahui apa isi dari paket yang sebelumnya dialamatkan kepadanya, karena paket itu tidak ia terima. Ia mengaku baru kali ini menerima paket yang membingungkan dan membuatnya curiga bahwa ini adalah salah satu modus penipuan, berkedok paket kiriman.[fr]

Sumber: Kompas

About Redaksi

Mau kirim tulisan Giat Satpam atau Komunitas Satpam. Hubungi 0817 19 5001 atau kirim ke jurnalsekuriti@gmail.com. Terima kasih

Check Also

Puluhan Satpam Studi Banding ke Museum Sangiran

JURNALSECURITY| sangiran–Lima Puluh petugas Satuan Pengamanan (Satpam) yang bernaung di bawah Badan Pelestari Cagar Budaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *