Jumat , 17 Agustus 2018
Home / CYBER SECURITY / Kominfo Siapkan Kerangka Kerja dan Talenta Keamanan Siber

Kominfo Siapkan Kerangka Kerja dan Talenta Keamanan Siber

JURNALSECURITY|Jakarta– Memasuki era industri 4.0, permasalahan keamanan siber menjadi perhatian serius pemerintah.  Apalagi ada kecenderungan saat ini sektor industri sudah memanfaatkan Big Data dan internet of things (IoT).  Guna memastikan pemanfaatan TIK optimal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan Nawa Cita Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan Kerangka Kerja dan Talenta Keamanan Siber.  

Di Indonesia, sesuai dengan kerangka Critical Information Infrastructure Protection (CIPP) yang telah disiapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, aspek keamanan informasi mencakup persoalan mitigasi risiko, penanganan insiden, serta pemulihan informasi. Selain itu, Kementerian Kominfo mendorong sinergitas antarpihak untuk memastikan ketersediaan talenta atau sumberdaya manusia menghadapi tantangan keamanan siber.

Kami telah  menyiapkan CIIP bagi  banking, finansial, transportasi, dan energi. Selain itu pula saat ini ada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai  instansi yang mengatur dan mengawasi sektor tersebut,” kata Menteri Kominfo Rudiantara dalam ASEAN Chief Information Officer Asosiation (CISO) Forum, di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (23/07/2018) kemarin.

Menghadapi perkembangan teknologi yang memasuki era 4.0 atau internet of thing (IoT), keterhubungan menurut Menteri Rudiantara menjadi hal yang sangat penting. “Era IoT dan big data memungkinkan semua terhubung dengan cyber space atau jaringan siber. Tantangan terbesar dari cyber security dan transformasi digital umumnya adalah dalam hal talentatau sumber daya manusia yang mampu menangani berbagai tantangan serangan siber,” katanya. 

Menteri Kominfo memberikan ilustrasi tentang arti penting pemanfaatan big data dalam sektor kesehatan. Dengan ilustrasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), ia menerangkan keterkaitan antarsektor industri yang dapat memanfaatkan big data. 

“Soal kesehatan atau perawatan kesehatan di Indonesia ada BPJS Kesehatan. Ke depan bukan hanya perlu big data lebih dari itu ini soal penanganan kesehatan masyarakat. Bahkan industri farmakologi bisa memanfaatkan data yang ada agar bisa membuat produk obat-obatan generik yang paling banyak digunakan oleh orang Indonesia,” jelasnya. 

Menteri Kominfo memastikan bahwa Kementerian Kominfo bersama stakeholders akan mendukung upaya menjaga keamanan siber di Indonesia. “Kami punya Program 1000 Security Warriors untuk memastikan adanya sumberdaya manusia yang menjaga keamanan digital. Saya berharap ACIOA bisa berkontribusi dalam hal pemenuhan talent dunia cyber khususnya untuk Regional ASEAN,” harapnya. 

Selain persiapkan sumberdaya manusia, menurut Menteri Rudiantara saat ini lembaga yang dipimpinnya tengah fokus membangun infrastruktur internet kecepatan tinggi untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. “Indonesia akan terhubung melalui Program Palapa Ring dan satelit untuk internet kecepatan tinggi. Diharapkan pada Tahun 2019 tidak ada lagi wilayah yang tidak terhubung melalui jaringan tulang punggung internet kecepatan tinggi (broadband backbone),” katanya.

Keterhubungan itu menurut Menteri Rudiantara akan bermanfaat untuk memberikan layanan publik, terutama pendidikan dan kesehatan serta keamana. “Saat ini di Indonesia masih ada ribuan sekolah, Puskesmas atau rumah sakit, Koramil, Polsek di kecamatan dan desa di Indonesia yang masih belum terkoneksi,” katanya.

Deputi Monitoring dan Kontrol Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen TNI (Mar.) Suharyanto menyebutkan CISO memiliki peran strayegis untuk menjaga keamanan digital organisasi yang terintegrasi dengan bisnis lainnya. “CISO harus bekerja sama dalam mempertahankan diri dalam mengantisiasi serangan siber. Keamanan siber yang menjadi wilayah BSSN meliputi perlindungan terhadap kerahasiaan integritas, infrastruktur ekonomi nasiomal dan keamanan ekonomi digital,” katanya.

Menurut Suharyanto, kemanan siber dapat terjamin jika ada keterlibatan dan sinergitas semua pihak. “Keamanan siber dapat terselenggara jika ada sinergitas pihak terkait. Jaminan keamanan siber bisa mendukung  (pelaksanaan)  e-government yang baik,” katanya.

Acara yang diinisiasi oleh ASEAN Chief Information Officer Association (ACIOA) itu, ditujukan untuk meningkatkan kesadaran Chief Information and Security Officer (CISO) dari berbagai sektor terhadap pentingnya cyber security dan ketahanan nasional di era digital. [fr]

About Redaksi

Mau kirim tulisan Giat Satpam atau Komunitas Satpam. Hubungi 0817 19 5001 atau kirim ke jurnalsekuriti@gmail.com. Terima kasih

Check Also

Perkuat Organisasi, BPP Abujapi Gelar Rakernas 2018 di Bandung

JURNALSECURITY| Bandung–Badan Pengurus Pusat Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPP-Abujapi) menggelar Rapat Kerja Nasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *