Rabu , 17 Oktober 2018
Home / CYBER SECURITY / Menkominfo Minta Perusahaan Platform Medsos Perketat Keamanan

Menkominfo Minta Perusahaan Platform Medsos Perketat Keamanan

JURNALSECURITY| Jakarta–Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta perusahaan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, hingga Google melakukan pengetatan terhadap konten-konten negatif yang beredar di platform mereka.

Rudi menjelaskan sebagai perusahaan yang berbisnis di Indonesia, harusnya perusahaan-perusahaan tersebut juga peduli dengan pengamanan platformnya. Rudi mencontohkan grup penyebar berita hoaks Saracen yang beberapa waktu lalu ditangkap. Dia mengatakan, kelompok itu menggunakan akun-akun di media sosial untuk menyebar konten negatif tersebut.

Rudi mempersilahkan perusahaan-perusahaan itu angkat kaki jika tak peduli dengan keamanan di Indonesia dan hanya mementingkan bisnis mereka. “Jadi tanggung jawab¬† mereka karena mereka berbisnis di Indonesia dan memanfaatkan pasar Indonesia. Kalau mereka berbisnis kan logikanya concern dengan stabilitas ekonomi, politik,” ujar Rudi di Jakarta, Minggu (27/8/2017),

“Saya bilang sama mereka, kalau anda memang tidak mau mempersiapkan apakah anda memang punya tujuan membuat Indonesia tidak stabil. Anda harus bertanggung jawab. Anda enggak bertanggung jawab, anda enggak usah bisnis di Indonesia,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, proteksi dan pengawasan penyebaran akun-akun hoaks bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan masyarakat saja. Perusahaan penyedia platform memiliki peran yang sangat penting.

“Platform ini juga harus kita manage karena mereka juga tanggung jawab. Jangan hanya dilemparkan bahwa ini antara masyarakat Indonesia, pemerintah Indonesia, penegak hukum Indonesia,” ujarnya. [FR]

About Redaksi

Mau kirim tulisan Giat Satpam atau Komunitas Satpam. Hubungi 0817 19 5001 atau kirim ke jurnalsekuriti@gmail.com. Terima kasih

Check Also

Puluhan Satpam Studi Banding ke Museum Sangiran

JURNALSECURITY| sangiran–Lima Puluh petugas Satuan Pengamanan (Satpam) yang bernaung di bawah Badan Pelestari Cagar Budaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *