Selasa , 17 Juli 2018
Home / INSPIRATION / Satpam Amril, Sulap Koran Bekas jadi Kerajinan Bernilai Tinggi
foto radartegal.com

Satpam Amril, Sulap Koran Bekas jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

JURNALSECURITY| Tegal–Sembari bekerja sebagai satpam, Amril Nurman (35) berkarya dalam kerajianan dari limbah kertas koran . Di tangan kreatif warga Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, koran bekas bisa disulap menjadi produk kerajinan yang bernilai tinggi.

Seperti diberitakan radartegal.com, di rumahnya berbagai macam kerajinan tangan dari koran bekas menarik perhatian. Ada miniatur kapal pinisi, kapal tangker, rumah adat, kereta uap, hingga motor gede.‎ Terdapat juga jam dinding dengan bentuk yang unik sehingga tidak hanya bisa berfungsi sebagai penanda waktu, tetapi juga bisa mempercantik ruangan.

Jika dilihat sekilas, kerajinan-kerajinan tersebut seperti terbuat dari rotan. Padahal pembuatannya benar-benar memanfaatkan kertas koran. Prosesnya, kertas koran lebih dulu dipotong-potong memanjang. Potongan itu kemudian dibentuk gulungan-gulungan kecil atau lintingan dengan diameter 0,5 milimeter.

Setelah itu, lintingan-lintingan ‎itu dirangkai dan disusun menjadi miniatur barang yang hendak dibuat dengan menggunakan lem yang dicampur air. Sampai di proses ini, dibutuhkan kehati-hatian dan ketelitian agar hasilnya bagus dan rapi.

‎Selanjutnya proses terakhir adalah pengecatan menggunakan pelistur. Namun tidak seluruh kerajian yang sudah jadi dicat pelistur. “Ada yang tidak dipelistur agar kesan asli kertas koran tetap ada,” ujar Amril kepada radartegal.com yang menemuinya, Sabtu (31/3).

‎Menurutnya, lama pembuatan tergantung pada jenis dan ukuran benda yang dibuat. Rata-rata satu hari hingga satu bulan. Begitu juga dengan jumlah lintingan koran yang dibutuhkan. ‎Sedangkan harga yang dipatok berkisar Rp50.000 hingga Rp2,5 juta.

“Proses pembuatan yang lama itu ngelinting kertas korannya. Kapal pinisi misalnya, butuh sampai 80 lintingan kertas koran,” ungkap Amril.

Dari kreatifitasnya itu, Amril bisa meraup penghasilan hingga jutaan rupiah dari pemesan yang berasal dari Kota Tegal dan sekitarnya serta luar daerah, antara lain‎ Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, hingga Palangkaraya. “Selain perorangan, pesanan juga dari dinas-dinas, dan perbankan,” ujar ayah satu anak ini.

‎Amril mengaku keahliannya mengolah koran bekas menjadi barang kerajinan tangan didapat dengan cara belajar secara otodidak. Sedangkan ide awal menekuninya muncul pertamakali pada saat masih bekerja di Jakarta pada 2007.

“Waktu itu selain bekerja saya juga ikut sebuah lembaga sosial. Pas dapat tugas penyuluhan di kawasan kumuh di kolong tol, lihat ada bapak-bapak sedang buat kreasi dari koran. Dari situ saya tahu koran bisa dibuat berbagai macam kerajinan atau pernak-pernik,” tuturnya.

Ide tersebut baru mulai dijalankan Amril pada‎ 2013 saat pulang ke Tegal. Namun sempat terhenti karena kesulitan pemasaran. Amril juga sempat menjalankan usaha penjualan sembako pada 2015.

“Sempat berdagang sembako, tetapi kolaps. Akhirnya saya coba lagi membuat kerajinan dari koran dan berjalan sampai sekarang,” ucap Amril yang kini bekerja sebagai satpam di salah satu bank.

‎Selain sibuk membuat pesanan kerajinan dari limbah koran di waktu luangnya, Amril juga aktif dalam komunitas Rutela atau Runtah Tegal Laka-Laka. Anggota komunitas ini banyak menghasilkan kerajinan tangan dari berbagai macam limbah lain seperti plastik, dan botol mineral.

“Sesuai namanya, tujuan komunitas Rutela adalah memanfaatkan limbah dan mendaur ulang jadi berbagai kerajinan tangan,” pungkasnya. [FR]

Sumber: radartegal.com

About Redaksi

Mau kirim tulisan Giat Satpam atau Komunitas Satpam. Hubungi 0817 19 5001 atau kirim ke jurnalsekuriti@gmail.com. Terima kasih

Check Also

Rampok Todong Satpam Bank BTPN Deli Serdang

JURNALSECURITY| Deliserdang–Bank BTPN Deli Serdang disatroni perampok. Pelaku diperkirakan tiga orang dan satu di antaranya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *